twitter


Pagi ini seperti biasa sebelum memulai hari-hari kami yang super keren di sekolah keren, kami mengobrol ceria kesana kemari. Salah satunya, yang akan saya ceritakan di sini dialami oleh salah seorang orangtua murid kami di MI.

Ada salah seorang orangtua murid di sekolah kami (kami punya dari level TK hingga MA) yang anaknya akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMP. Sama seperti orangtua pada umumnya, tentu beliau ingin menyekolahkan putranya itu ke sekolah "favorit", maka berangkatlah mereka ke sebuah "SMP favorit" di kota Bandung.

Sesampainya di sana, si ortu murid yang notabene adalah seorang musisi band yang terkenal di Indonesia bertemu dengan panitia penerimaan siswa baru. Singkat cerita, saya tak tahu bagaimana prosesnya karena bagian ini tak diceritakan dan memang mungkin ga rame.

So, tiba-tiba ada seorang guru (saya asumsikan dia adalah panitia penerimaan siswa baru) yang berbisik pada si orangtua murid, "Pak, kebetulan lho saya belum punya laptop .."

Anda semua pasti mengerti dengan kalimat ini. Tak usah terkecoh dengan menyangka si guru menawarkan laptop atau mengajak membeli laptop bareng-bareng. Sontak si ortu murid berpikir, "Ah, cuma laptop mah keciiil .." mungkin seperti juga orang-orang lain, beliau ingin membahagiakan anaknya walau dengan begitu.

Anda juga pasti mengerti jika saya menjadi mual mendengar cerita ini. Bagaimana tidak, seorang guru tega-teganya menjual harga dirinya dengan cara seperti itu. Dan karena saya juga guru, mmmh ... (Ya Allah, kuatkan hamba di jalan-Mu ..)

Nah, tapi cerita kita belum selesai. Si anak tiba-tiba merengek pada ayahnya untuk membeli minuman di luar. Di luar gedung sekolahlah kemudian si anak berkata pada ayahnya,
"Yah, aku ga mau sekolah di sini .."
"Loh kenapa?" ayahnya bingung.
"Soalnya aku diterima pasti karena ayah mau membelikan laptop buat si guru itu ..."

Alhasil, si anak tak jadi mendaftar ke sekolah tersebut.
Saya jadi tercenung .. si anak telah memberikan pelajaran yang begitu berharga bagi saya.
Sanggup tidak, kita sebagai orang yang lebih dewasa seperti itu??

1 komentar:

  1. Subhanallah...Semoga itu anak ttp istiqomah p dia gede nanti...n kita bisa ambil plajaran bharga dr itu anak n bisa kita contoh :)